ANAS TASYA ICUT RIYZIYAH

 

Persaudaraan Setia Hati Terate

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persaudaraan Setia Hati Terate
Logo SH TERATE
SingkatanSH TERATE
Tanggal pendirian2 September 1922; 102 tahun lalu (rintisan di Pilangbango)
1948; 77 tahun lalu (pembentukan organisasi)
PendiriKi Hadjar Hardjo Oetomo
JenisPerguruan pencak silat
Kantor pusatJl. Merak No.10 dan 17,16 Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Lokasi
Wilayah layanan
"Indonesia", "Templat:Enggrish"Malaysia, "Templat:America"BelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgiaBrunei DarussalamInggrisSingaporeKairoJepang, dan Prancis
Ketua umum (2021–2026)
Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,S.H,M.Sc
Situs webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) adalah organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.

SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Tahun 2021 tercatat SH Terate diikuti sekitar kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 33 cabang khusus luar negeri di MalaysiaBelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgia, dan Prancis.

Sejarah

Awal mula Setia Hati

Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak). Sebelumnya, gaya silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBIJoyo Gendilo Cipto Mulyo & Joso gendilo kusumo) dengan sistem persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer(Kecer). Pada tahun 1917 & 1922, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.[3]

Awal mula SH Terate

Pada tahun 1922Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango, Madiun[4] meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti ((pemerintahan/raja)), ((bansawan))atau masyarakat bangsawan yang memiliki gelar [[pengurus,desa/kampung,kota,provinsi & kabupaten]), sehingga Ki Hardjo Oetomo berniat agar ilmu pencak silat ini bisa dipelajari oleh rakyat biasa dan pejuang perintis kemerdekaan.[4][5] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo setuju atas ide ini asalkan pusat pendidikan nanti harus memiliki nama yang berbeda. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[6] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang lain yang telah terhasut[7] beberapa pihak mengganggap pembukaan SH PSC sebagai sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[3] Kelak, pihak-pihak yang mendukung pemurnian aliran Setia Hati dan mengklaim sebagai penerus sah ajaran Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam SH Panti.[8] Selain itu, adanya tempat latihan ini dianggap oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai sarana untuk melawan pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan menjalani hukuman pembuangan Belanda di JemberCipinang, dan Padangpanjang.[4] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah sistem paguron (perguruan) di mana guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan. Sistem pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate.[3]

Persaudaraan Setia Hati Terate

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persaudaraan Setia Hati Terate
Logo SH TERATE
SingkatanSH TERATE
Tanggal pendirian2 September 1922; 102 tahun lalu (rintisan di Pilangbango)
1948; 77 tahun lalu (pembentukan organisasi)
PendiriKi Hadjar Hardjo Oetomo
JenisPerguruan pencak silat
Kantor pusatJl. Merak No.10 dan 17,16 Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Lokasi
Wilayah layanan
"Indonesia", "Templat:Enggrish"Malaysia, "Templat:America"BelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgiaBrunei DarussalamInggrisSingaporeKairoJepang, dan Prancis
Ketua umum (2021–2026)
Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,S.H,M.Sc
Situs webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) adalah organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.

SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Tahun 2021 tercatat SH Terate diikuti sekitar kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 33 cabang khusus luar negeri di MalaysiaBelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgia, dan Prancis.

Sejarah

Awal mula Setia Hati

Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak). Sebelumnya, gaya silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBIJoyo Gendilo Cipto Mulyo & Joso gendilo kusumo) dengan sistem persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer(Kecer). Pada tahun 1917 & 1922, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.[3]

Awal mula SH Terate

Pada tahun 1922Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango, Madiun[4] meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti ((pemerintahan/raja)), ((bansawan))atau masyarakat bangsawan yang memiliki gelar [[pengurus,desa/kampung,kota,provinsi & kabupaten]), sehingga Ki Hardjo Oetomo berniat agar ilmu pencak silat ini bisa dipelajari oleh rakyat biasa dan pejuang perintis kemerdekaan.[4][5] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo setuju atas ide ini asalkan pusat pendidikan nanti harus memiliki nama yang berbeda. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[6] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang lain yang telah terhasut[7] beberapa pihak mengganggap pembukaan SH PSC sebagai sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[3] Kelak, pihak-pihak yang mendukung pemurnian aliran Setia Hati dan mengklaim sebagai penerus sah ajaran Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam SH Panti.[8] Selain itu, adanya tempat latihan ini dianggap oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai sarana untuk melawan pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan menjalani hukuman pembuangan Belanda di JemberCipinang, dan Padangpanjang.[4] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah sistem paguron (perguruan) di mana guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan. Sistem pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate.[3]

Persaudaraan Setia Hati Terate

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persaudaraan Setia Hati Terate
Logo SH TERATE
SingkatanSH TERATE
Tanggal pendirian2 September 1922; 102 tahun lalu (rintisan di Pilangbango)
1948; 77 tahun lalu (pembentukan organisasi)
PendiriKi Hadjar Hardjo Oetomo
JenisPerguruan pencak silat
Kantor pusatJl. Merak No.10 dan 17,16 Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Lokasi
Wilayah layanan
"Indonesia", "Templat:Enggrish"Malaysia, "Templat:America"BelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgiaBrunei DarussalamInggrisSingaporeKairoJepang, dan Prancis
Ketua umum (2021–2026)
Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,S.H,M.Sc
Situs webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) adalah organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.

SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Tahun 2021 tercatat SH Terate diikuti sekitar kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 33 cabang khusus luar negeri di MalaysiaBelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgia, dan Prancis.

Sejarah

Awal mula Setia Hati

Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak). Sebelumnya, gaya silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBIJoyo Gendilo Cipto Mulyo & Joso gendilo kusumo) dengan sistem persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer(Kecer). Pada tahun 1917 & 1922, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.[3]

Awal mula SH Terate

Pada tahun 1922Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango, Madiun[4] meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti ((pemerintahan/raja)), ((bansawan))atau masyarakat bangsawan yang memiliki gelar [[pengurus,desa/kampung,kota,provinsi & kabupaten]), sehingga Ki Hardjo Oetomo berniat agar ilmu pencak silat ini bisa dipelajari oleh rakyat biasa dan pejuang perintis kemerdekaan.[4][5] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo setuju atas ide ini asalkan pusat pendidikan nanti harus memiliki nama yang berbeda. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[6] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang lain yang telah terhasut[7] beberapa pihak mengganggap pembukaan SH PSC sebagai sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[3] Kelak, pihak-pihak yang mendukung pemurnian aliran Setia Hati dan mengklaim sebagai penerus sah ajaran Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam SH Panti.[8] Selain itu, adanya tempat latihan ini dianggap oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai sarana untuk melawan pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan menjalani hukuman pembuangan Belanda di JemberCipinang, dan Padangpanjang.[4] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah sistem paguron (perguruan) di mana guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan. Sistem pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate.[3]

Persaudaraan Setia Hati Terate

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persaudaraan Setia Hati Terate
Logo SH TERATE
SingkatanSH TERATE
Tanggal pendirian2 September 1922; 102 tahun lalu (rintisan di Pilangbango)
1948; 77 tahun lalu (pembentukan organisasi)
PendiriKi Hadjar Hardjo Oetomo
JenisPerguruan pencak silat
Kantor pusatJl. Merak No.10 dan 17,16 Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Lokasi
Wilayah layanan
"Indonesia", "Templat:Enggrish"Malaysia, "Templat:America"BelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgiaBrunei DarussalamInggrisSingaporeKairoJepang, dan Prancis
Ketua umum (2021–2026)
Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,S.H,M.Sc
Situs webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) adalah organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.

SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Tahun 2021 tercatat SH Terate diikuti sekitar kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 33 cabang khusus luar negeri di MalaysiaBelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgia, dan Prancis.

Sejarah

Awal mula Setia Hati

Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak). Sebelumnya, gaya silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBIJoyo Gendilo Cipto Mulyo & Joso gendilo kusumo) dengan sistem persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer(Kecer). Pada tahun 1917 & 1922, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.[3]

Awal mula SH Terate

Pada tahun 1922Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango, Madiun[4] meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti ((pemerintahan/raja)), ((bansawan))atau masyarakat bangsawan yang memiliki gelar [[pengurus,desa/kampung,kota,provinsi & kabupaten]), sehingga Ki Hardjo Oetomo berniat agar ilmu pencak silat ini bisa dipelajari oleh rakyat biasa dan pejuang perintis kemerdekaan.[4][5] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo setuju atas ide ini asalkan pusat pendidikan nanti harus memiliki nama yang berbeda. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[6] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang lain yang telah terhasut[7] beberapa pihak mengganggap pembukaan SH PSC sebagai sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[3] Kelak, pihak-pihak yang mendukung pemurnian aliran Setia Hati dan mengklaim sebagai penerus sah ajaran Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam SH Panti.[8] Selain itu, adanya tempat latihan ini dianggap oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai sarana untuk melawan pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan menjalani hukuman pembuangan Belanda di JemberCipinang, dan Padangpanjang.[4] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah sistem paguron (perguruan) di mana guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan. Sistem pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate.[3]

Persaudaraan Setia Hati Terate

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Persaudaraan Setia Hati Terate
Logo SH TERATE
SingkatanSH TERATE
Tanggal pendirian2 September 1922; 102 tahun lalu (rintisan di Pilangbango)
1948; 77 tahun lalu (pembentukan organisasi)
PendiriKi Hadjar Hardjo Oetomo
JenisPerguruan pencak silat
Kantor pusatJl. Merak No.10 dan 17,16 Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur 63128
Lokasi
Wilayah layanan
"Indonesia", "Templat:Enggrish"Malaysia, "Templat:America"BelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgiaBrunei DarussalamInggrisSingaporeKairoJepang, dan Prancis
Ketua umum (2021–2026)
Dr.Ir.H. Muhammad Taufiq,S.H,M.Sc
Situs webpsht.or.id

Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai PSHT atau SH Terate) adalah organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.

SH Terate merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.[1][2] Tahun 2021 tercatat SH Terate diikuti sekitar kurang lebih 10 juta anggota, memiliki cabang di 368 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 33 cabang khusus luar negeri di MalaysiaBelandaRusia (Moskwa), Timor LesteHongkongKorea SelatanJepangBelgia, dan Prancis.

Sejarah

Awal mula Setia Hati

Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate.

Pada tahun 1903, Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo (EBI: Ki Ageng Surodiwiryo) meletakkan dasar gaya pencak silat Setia Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya (kawasan dekat Tanjung Perak). Sebelumnya, gaya silat ini ia namai Djojo Gendilo Tjipto Muljo (EBIJoyo Gendilo Cipto Mulyo & Joso gendilo kusumo) dengan sistem persaudaraan yang dinamai Sedulur Tunggal Ketjer(Kecer). Pada tahun 1917 & 1922, ia pindah ke Madiun dan mendirikan Persaudaraan Setia Hati di Winongo.[3]

Awal mula SH Terate

Pada tahun 1922Ki Hadjar Hardjo Oetomo (EBI: Ki Hajar Harjo Utomo) salah satu pengikut aliran pencak silat Setia Hati yang berasal dari Pilangbango, Madiun[4] meminta izin kepada Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo untuk mendirikan pusat pendidikan pencak silat dengan aliran Setia Hati. Niat ini dilatarbelakangi keadaan saat itu di mana ilmu pencak silat hanya diajarkan kepada mereka yang memiliki status bangsawan seperti ((pemerintahan/raja)), ((bansawan))atau masyarakat bangsawan yang memiliki gelar [[pengurus,desa/kampung,kota,provinsi & kabupaten]), sehingga Ki Hardjo Oetomo berniat agar ilmu pencak silat ini bisa dipelajari oleh rakyat biasa dan pejuang perintis kemerdekaan.[4][5] Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo setuju atas ide ini asalkan pusat pendidikan nanti harus memiliki nama yang berbeda. Akhirnya didirikanlah SH PSC (Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club").[6] Pengikut Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo yang lain yang telah terhasut[7] beberapa pihak mengganggap pembukaan SH PSC sebagai sebuah pengkhianatan sehingga SH PSC dianggap "SH murtad".[3] Kelak, pihak-pihak yang mendukung pemurnian aliran Setia Hati dan mengklaim sebagai penerus sah ajaran Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo ini tergabung dalam SH Panti.[8] Selain itu, adanya tempat latihan ini dianggap oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai sarana untuk melawan pemerintah kolonial sehingga Ki Hardjo Oetomo ditangkap dan menjalani hukuman pembuangan Belanda di JemberCipinang, dan Padangpanjang.[4] Sistem yang dianut SH PSC ini adalah sistem paguron (perguruan) di mana guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan. Sistem pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate.[3]





Comments

Popular posts from this blog

SENDI KHOIRUR RIZQI JULI ANTO

putri nafisatul alyah

almira syifa rahmania